ETIKA KEAMANAN KOMPUTER & KODE ETIK PROFESI IT
Etika Komputer: Seperangkat asas atau nilai yang
berkenaan dengan penggunaan komputer (Anonim, 2012)
Isu-Isu Dalam Etika Komputer :
•Kejahatan Komputer(Computer Crime)
•E-commerce
•Pelanggaran HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual)
•Netiket
•Tanggung Jawab profesi
PELANGGARAN KODE ETIK PROFESI IT :
•Aspek Hukum
–Hukum yang mengatur aktifitas internet masih menjadi perdebatan.
•Aspek Teknologi
–Teknologi komputer memiliki banyak memanfaatakan tetapi tidak
jarang digunakan untuk kejahatan.
•Aspek Pendidikan
–Dalam kode etik hacker ada kepercayaan bahwa informasi
adalah hal yang sangatbermanfaat, sudah menjadi kewajiban
hacker untuk membagi hasil kodenya secara open source
dan ini mengakibatkan adanya tingkatan pada hacker yang
merupakan pancapaian seorang hacker.
•Aspek Ekonomi
–Perkembangan ekonomi dengan menggunakan teknologi internet
(ekonomi berbasis jasa) seringkali tidak baik dan menimbulkan
kerugian.
•Aspek Sosial Budaya
–Akibat adanya cyber crime dengan kartu kredit di indonesia yang
sudah jadi budaya maka dunia telah tidak percaya lagi karena
kasus credit card praud yang dilakukan oleh netter asal indonesia.
PERAN ETIKA DALAM PERKEMBANGAN
ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI :
>>Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi berlangsung
cepat sehingga diharapkan perkembangan dapat mempertahankan
dan meningkatkan taraf hidup manusia.
Sumber: Diolah dari berbagai sumber
>>>>>TERIMAKASIH<<<<<
Friday, December 20, 2019
Saturday, December 14, 2019
SEGMENTASI (SISTEM OPERASI)
SEGMENTASI
Segmentasi merupakan skema manajemen memori yang
mendukung cara pandang seorang programmer terhadap
memori. Ruang alamat lojik merupakan sekumpulan dari
segmen-segmen. Masing-masing segment mempunyai
panjang dan nama. Alamat diartikan sebagai nama segmen
dan offset dalam suatu segmen. Jadi jika seorang pengguna
ingin menunjuk sebuah alamat dapat dilakukan dengan
menunjuk nama segmen dan offsetnya. Untuk lebih
menyederhanakan implementasi, segmen-segmen diberi
nomor yang digunakan sebagai pengganti nama segment.
Sehingga, alamat lojik terdiri dari dua tupple
[segment-number,offset].
Secara sederhana segmentasi bisa diartikan sebagai suatu
ruang alamat atau segment yang berada di memori.
Segment-segment itu dalam keadaan independent. Setiap
segment berisi alamat 0 sampai maksimum secara linier.
Panjang setiap segment berbeda beda sampai panjang
maksimun, perobahan panjang segment terjadi selama proses
eksekusi. Segment stack bertambah ketika terjadi operasi push
dan turun saat operasi pop, dimana setiap segment merupakan
ruang alamat terpisah segment-segment dapat tumbuh dan
mengkerut secara bebas tanpa mempengaruhi yang lain.
Alamat terdiri dari dua bagian pada memori bersegment yaitu :
a.Nomor segment
b.Alamat pada segment (offset).
Segment dapat berisi :
a.Prosedure
b.Array
Sistem Segmentasi
Sistem dengan memori maya dengan segmentasi murni
adalah alamat maya adalah offset di segment, setiap proses
mempunyai tabel segment dan pada saat proses running
alamat awal maya tabel dimuatkan ke register dasar.
Nomor segment digunakan mencari deskriptor segment
di tabel segment yang menyediakan alamat fisik awal dari
segment, panjang dan bit-bit proteksinya. Alamat fisik
dihitung dengan menambahkan alamat dasar segment
ke alamat maya.
Ilustrasi penggunaan segmen dapat dilihat pada Gambar
“Arsitektur Segmentasi”. Suatu alamat lojik terdiri dari
dua bagian, yaitu nomor segmen(s), dan offset pada segmen(d).
Nomor segmen digunakan sebagai indeks dalam segmen table.
Offset d alamat lojik harus antara 0 hingga dengan segmen limit.
Jika tidak maka diberikan pada sistem operasi. Jika offset
ini legal maka akan dijumlahkan dengan segmen base untuk
menjadikannya suatu alamat di memori fisik dari byte yang
diinginkan. Jadi segmen table ini merupakan suatu array
dari pasangan base dan limit register.
Sebagai contoh, kita mempunyai nomor segmen dari
0 sampai dengan 4. Segmen-segmen ini disimpan dalam
suatu memori fisik. Tabel segmen berisi data untuk masing-masing
segmen, yang memberikan informasi tentang awal alamat
dari segmen di fisik memori (atau base) dan panjang dari
segmen (atau limit). Misalkan, segmen 2 mempunyai panjang 400
dan dimulai pada lokasi 4300. Jadi, referensi di byte 53 dari
segmen 2 dipetakan ke lokasi 4300 + 53 = 4353.
Suatu referensi ke segmen 3, byte 852, dipetakan ke 3200
(sebagai base dari segmen) + 852 = 4052.
Referensi ke byte 1222 dari segmen 0 akan menghasilkan
suatu trap ke sistem operasi, karena segmen ini hanya
mempunyai panjang 1000 byte.
Segmen-segmen dapat berukuranberbeda dan dinamis.
Pengacuan-pengacuan memori berbentuk (nomor segmen,offset).
Saling Berbagi dan Proteksi
Segmen dapat terbagi jika terdapat elemen di tabel segmen
yang berasal dari dua proses yang berbeda yang menunjuk
pada alamat fisik yang sama. Saling berbagi ini muncul di
level segmen dan pada saat ini terjadi semua informasi dapat
turut terbagi. Proteksi dapat terjadi karena ada bit-proteksi
yang berhubungan dengan setiap elemen dari segmen tabel.
Bit-proteksi ini berguna untuk mencegah akses ilegal ke memori.
Caranya: menempatkan sebuah array di dalam segmen
itu sehingga perangkat keras manajemen memori secara
otomatis akan mengecek indeks array -nya legal atau tidak.
Segmentasi dengan Pemberian Halaman
Kelebihan Pemberian Halaman : tidak ada fragmentasi
luar - alokasinya cepat.
Kelebihan Segmentasi : saling berbagi - proteksi.
Metode segmentasi dan paging masing-masing memiliki
keuntungan dan kerugian. Selain kedua metode itu ada
metode pengaturan memori lain yang berusaha menggabungkan
metode segmentasi dan paging. Metode ini disebut dengan
segmentation with paging.
Dengan metode ini jika ukuran segmen melebihi ukuran
memori utama maka segmen tersebut dibagi-bagi jadi
ukuran-ukuran halaman yang sama ==> paging.
Keuntungan segmentasi :
1.Menyederhanakan penanganan struktur data yang
berkembang. Seringkali penanganan struktur data menuntut
perubahan panjang data. Hal ini dimungkinkan dengan adanya
segmentasi. Jadi dengan segmentasi membuat penanganan
struktur data menjadi fleksibel.
2.Kompilasi ulang independen tanpa mentautkan kembali
seluruh program. Teknik ini memungkinkan program-program
dikompilasi ulang secara independen tanpa perlu mentautkan
kembali seluruh program dan dimuatkan kembali.
Jika masing-masing prosedur terdapat di segmen terpisah
beralamat 0 sebagai alamat awal, maka pentautan prosedur
prosedur yang dikompilasi secara terpisah sangat lebih mudah.
Setelah semua prosedur dikompilasi dan ditautkan, panggilan
ke prosedur di segmen n akan menggunakan alamat dua bagian
yaitu (n,0) mengacu ke word alamat 0 (sebagai titik masuk)
segmen ke n. Jika prosedur di segmen n dimodifikasi dan
dikompilasi ulang, prosedur lain tidak perlu diubah (karena tidak
ada modifikasi alamat awal) walau versi baru lebih besar
dibanding versi lama.
3.Memudahkan pemakaian memori bersama di antara
proses-proses. Pemrogram dapat menempatkan program
utilitas atau tabel data berguna di segmen yang dapat diacu
oleh proses-proses lain. Segmentasi memberi fasilitas
pemakaian bersama terhadap prosedur dan data untuk
dapat diproses, berupa shared library. Pada workstation
modern yang menjalankan sistem Windows sering
mempunyai pustaka grafis sangat besar. Pustaka ini diacu
hampir semua program. Pada sistem bersegmen, pustaka
grafis diletakan di satu segmen dan dipakai secara bersama
banyak proses sehingga menghilangkan mempunyai
pustaka di tiap ruang alamat proses.
4.Memudahkan proteksi karena segmen dapat dikonstruksi
berisi sekumpulan prosedur atau data terdefinisi baik,
pemrogram atau administrator sistem dapat memberikan
kewenangan pengaksesan secara nyaman.
Perbedaan Segmentasi dan Paging
Ada beberapa perbedaan antara Segmentasi dan Paging
diantaranya adalah:
1.Segmentasi melibatkan programer (programer perlu
tahu teknik yang digunakan), sedangkan dengan paging,
programer tidak perlu tahu teknik yang digunakan.
2.Pada segmentasi kompilasi dilakukan secara terpisah
sedangkan pada paging, kompilasinya tidak terpisah.
3.Pada segmentasi proteksinya terpisah sedangkan pada
paging proteksinya tidak terpisah.
4.Pada segmentasi ada shared code sedangkan pada paging
tidak ada shared code.
5.Pada segmentasi terdapat banyak ruang alamat linier
sedangkan pada paging hanya terdapat satu ruang alamat linier.
6.Pada segmentasi prosedur dan data dapat dibedakan dan
diproteksi terpisah sedangkan pada paging prosedur dan
data tidak dapat dibedakan dan diproteksi terpisah.
7.Pada segmentasi pengubahan ukuran tabel dapat dilakukan
dengan mudah sedangkan pada Paging pengubahan
ukuran tabel tidak dapat dilakukan dengan mudah.
8.Segmentasi digunakan untuk mengizinkan program dan data
dapat dipecahkan jadi ruang alamat mandiri dan juga untuk
mendukung sharing dan proteksi sedangkan paging digunakan
untuk mendapatkan ruang alamat linier yang besar tanpa perlu
membeli memori fisik lebih.
Kombinasi Sistem Paging dan Segmentasi
A.Pada kombinasi paging dan segmentasi, ruang alamat
pemakai dibagi menjadi sejumlah segmen sesuai kehendak
pemrogram.
B.Tiap segmen dibagi menjadi sejumlah page berukuran tetap,
berukuran sama dengan page frame memori utama.
C.Jika segmen kurang dari ukuran page, segmen hanya
memerlukan satu page.
1.Memori Maya dengan Segmentasi Murni
Perangkat keras memberikan pengacuan memori suatu
segmen tertentu. Pilihan segmen dapat dibuat dengan
sembarang kombinasi berikut :
a.Instruksi
b.Target dari suatu alamat (program atau data)
c.Status saat itu (proses, sistem, interupsi)
> Alamat maya adalah offset di segmen.
>Tiap proses mempunyai tabel segmen.
>Ketika proses running, alamat awal tabel dimuatkan
ke register dasar.
>Nomor segmen digunakan untuk mencari deskriptor segmen
di tabel segmen yang menyediakan alamat fisik awal
dari segmen, panjang, dan bit-bit proteksinya.
>Alamat fisik dihutung dengan menambahkan alamat dasar
segmen ke alamat maya.
>Contoh sistem : Intel 80386
2.One Level Paging
>Nomor page maya digunakan sebagai indeks ke tabel page
yang biasanya berlokasi di memori utama.
>Isian tabel page berisi nomor page fisik dan bit-bit proteksi.
>Offset pada page fisik sama dengan offset pada page maya.
>Register panjang (Length register) digunakan untuk
menetapkan akhir tabel page untuk menghindari ruang yang
akan disiakan untuk isian-isian tak berguna.
>Contoh Sistem : DEC PDP-11, DEC VAX, Data General
Eclipse, Motorola MC86030.
3.Two Level Paging
>Indeks 1 ditambahkan ke alamat root atau dasar tabel
segmen untuk memperoleh alamat isian tabel segmen
(Segment Tabel Entry-STE)
>STE dibaca dari memori dan alamat dasarnya ditambah
indeks 2 untuk memperoleh alamat isian tabel page
(Page Tabel Entry).
>PTE dibaca dari memori untuk memperoleh nomor
page fisik. Nomor page fisik ini ditambah offset di alamat
maya untuk memperoleh alamat fisik akhir.
>Contoh Sistem : DEC VAX, IBM S/370, Data General
Eclipse 32 bit, Motorola MC68030, Intel 80386.
4.Three Level Paging
>Translasi nomor page maya ke nomor page fisik
memerlukan tiga tahap.
>Tiap fields indeks ditambahkan alamat dasar tabel
yang berkorespondensi untuk menemukan isian tabel berikutnya.
>Isian tabel menyediakan bit-bit proteksi dan alamat dasar
tabel berikutnya.
> Contoh Sistem : SUN SPARC
5.Four Level Paging
>Translasi nomor page maya ke nomor page fisik
memerlukan empat tahap.
>Tiap fields indeks ditambahkan alamat dasar tabel yang
berkorespondensi untuk menemukan isian tabel berikutnya.
>Isian tabel menyediakan bit-bit proteksi dan alamat dasar
tabel berikutnya.
>Contoh Sistem : Motorola MC68030.
Sumber: Diolah dari berbagai sumber
>>>>>TERIMAKASIH<<<<<
Segmentasi merupakan skema manajemen memori yang
mendukung cara pandang seorang programmer terhadap
memori. Ruang alamat lojik merupakan sekumpulan dari
segmen-segmen. Masing-masing segment mempunyai
panjang dan nama. Alamat diartikan sebagai nama segmen
dan offset dalam suatu segmen. Jadi jika seorang pengguna
ingin menunjuk sebuah alamat dapat dilakukan dengan
menunjuk nama segmen dan offsetnya. Untuk lebih
menyederhanakan implementasi, segmen-segmen diberi
nomor yang digunakan sebagai pengganti nama segment.
Sehingga, alamat lojik terdiri dari dua tupple
[segment-number,offset].
Secara sederhana segmentasi bisa diartikan sebagai suatu
ruang alamat atau segment yang berada di memori.
Segment-segment itu dalam keadaan independent. Setiap
segment berisi alamat 0 sampai maksimum secara linier.
Panjang setiap segment berbeda beda sampai panjang
maksimun, perobahan panjang segment terjadi selama proses
eksekusi. Segment stack bertambah ketika terjadi operasi push
dan turun saat operasi pop, dimana setiap segment merupakan
ruang alamat terpisah segment-segment dapat tumbuh dan
mengkerut secara bebas tanpa mempengaruhi yang lain.
Alamat terdiri dari dua bagian pada memori bersegment yaitu :
a.Nomor segment
b.Alamat pada segment (offset).
Segment dapat berisi :
a.Prosedure
b.Array
Sistem Segmentasi
Sistem dengan memori maya dengan segmentasi murni
adalah alamat maya adalah offset di segment, setiap proses
mempunyai tabel segment dan pada saat proses running
alamat awal maya tabel dimuatkan ke register dasar.
Nomor segment digunakan mencari deskriptor segment
di tabel segment yang menyediakan alamat fisik awal dari
segment, panjang dan bit-bit proteksinya. Alamat fisik
dihitung dengan menambahkan alamat dasar segment
ke alamat maya.
Ilustrasi penggunaan segmen dapat dilihat pada Gambar
“Arsitektur Segmentasi”. Suatu alamat lojik terdiri dari
dua bagian, yaitu nomor segmen(s), dan offset pada segmen(d).
Nomor segmen digunakan sebagai indeks dalam segmen table.
Offset d alamat lojik harus antara 0 hingga dengan segmen limit.
Jika tidak maka diberikan pada sistem operasi. Jika offset
ini legal maka akan dijumlahkan dengan segmen base untuk
menjadikannya suatu alamat di memori fisik dari byte yang
diinginkan. Jadi segmen table ini merupakan suatu array
dari pasangan base dan limit register.
Sebagai contoh, kita mempunyai nomor segmen dari
0 sampai dengan 4. Segmen-segmen ini disimpan dalam
suatu memori fisik. Tabel segmen berisi data untuk masing-masing
segmen, yang memberikan informasi tentang awal alamat
dari segmen di fisik memori (atau base) dan panjang dari
segmen (atau limit). Misalkan, segmen 2 mempunyai panjang 400
dan dimulai pada lokasi 4300. Jadi, referensi di byte 53 dari
segmen 2 dipetakan ke lokasi 4300 + 53 = 4353.
Suatu referensi ke segmen 3, byte 852, dipetakan ke 3200
(sebagai base dari segmen) + 852 = 4052.
Referensi ke byte 1222 dari segmen 0 akan menghasilkan
suatu trap ke sistem operasi, karena segmen ini hanya
mempunyai panjang 1000 byte.
Segmen-segmen dapat berukuranberbeda dan dinamis.
Pengacuan-pengacuan memori berbentuk (nomor segmen,offset).
Saling Berbagi dan Proteksi
Segmen dapat terbagi jika terdapat elemen di tabel segmen
yang berasal dari dua proses yang berbeda yang menunjuk
pada alamat fisik yang sama. Saling berbagi ini muncul di
level segmen dan pada saat ini terjadi semua informasi dapat
turut terbagi. Proteksi dapat terjadi karena ada bit-proteksi
yang berhubungan dengan setiap elemen dari segmen tabel.
Bit-proteksi ini berguna untuk mencegah akses ilegal ke memori.
Caranya: menempatkan sebuah array di dalam segmen
itu sehingga perangkat keras manajemen memori secara
otomatis akan mengecek indeks array -nya legal atau tidak.
Segmentasi dengan Pemberian Halaman
Kelebihan Pemberian Halaman : tidak ada fragmentasi
luar - alokasinya cepat.
Kelebihan Segmentasi : saling berbagi - proteksi.
Metode segmentasi dan paging masing-masing memiliki
keuntungan dan kerugian. Selain kedua metode itu ada
metode pengaturan memori lain yang berusaha menggabungkan
metode segmentasi dan paging. Metode ini disebut dengan
segmentation with paging.
Dengan metode ini jika ukuran segmen melebihi ukuran
memori utama maka segmen tersebut dibagi-bagi jadi
ukuran-ukuran halaman yang sama ==> paging.
Keuntungan segmentasi :
1.Menyederhanakan penanganan struktur data yang
berkembang. Seringkali penanganan struktur data menuntut
perubahan panjang data. Hal ini dimungkinkan dengan adanya
segmentasi. Jadi dengan segmentasi membuat penanganan
struktur data menjadi fleksibel.
2.Kompilasi ulang independen tanpa mentautkan kembali
seluruh program. Teknik ini memungkinkan program-program
dikompilasi ulang secara independen tanpa perlu mentautkan
kembali seluruh program dan dimuatkan kembali.
Jika masing-masing prosedur terdapat di segmen terpisah
beralamat 0 sebagai alamat awal, maka pentautan prosedur
prosedur yang dikompilasi secara terpisah sangat lebih mudah.
Setelah semua prosedur dikompilasi dan ditautkan, panggilan
ke prosedur di segmen n akan menggunakan alamat dua bagian
yaitu (n,0) mengacu ke word alamat 0 (sebagai titik masuk)
segmen ke n. Jika prosedur di segmen n dimodifikasi dan
dikompilasi ulang, prosedur lain tidak perlu diubah (karena tidak
ada modifikasi alamat awal) walau versi baru lebih besar
dibanding versi lama.
3.Memudahkan pemakaian memori bersama di antara
proses-proses. Pemrogram dapat menempatkan program
utilitas atau tabel data berguna di segmen yang dapat diacu
oleh proses-proses lain. Segmentasi memberi fasilitas
pemakaian bersama terhadap prosedur dan data untuk
dapat diproses, berupa shared library. Pada workstation
modern yang menjalankan sistem Windows sering
mempunyai pustaka grafis sangat besar. Pustaka ini diacu
hampir semua program. Pada sistem bersegmen, pustaka
grafis diletakan di satu segmen dan dipakai secara bersama
banyak proses sehingga menghilangkan mempunyai
pustaka di tiap ruang alamat proses.
4.Memudahkan proteksi karena segmen dapat dikonstruksi
berisi sekumpulan prosedur atau data terdefinisi baik,
pemrogram atau administrator sistem dapat memberikan
kewenangan pengaksesan secara nyaman.
Perbedaan Segmentasi dan Paging
Ada beberapa perbedaan antara Segmentasi dan Paging
diantaranya adalah:
1.Segmentasi melibatkan programer (programer perlu
tahu teknik yang digunakan), sedangkan dengan paging,
programer tidak perlu tahu teknik yang digunakan.
2.Pada segmentasi kompilasi dilakukan secara terpisah
sedangkan pada paging, kompilasinya tidak terpisah.
3.Pada segmentasi proteksinya terpisah sedangkan pada
paging proteksinya tidak terpisah.
4.Pada segmentasi ada shared code sedangkan pada paging
tidak ada shared code.
5.Pada segmentasi terdapat banyak ruang alamat linier
sedangkan pada paging hanya terdapat satu ruang alamat linier.
6.Pada segmentasi prosedur dan data dapat dibedakan dan
diproteksi terpisah sedangkan pada paging prosedur dan
data tidak dapat dibedakan dan diproteksi terpisah.
7.Pada segmentasi pengubahan ukuran tabel dapat dilakukan
dengan mudah sedangkan pada Paging pengubahan
ukuran tabel tidak dapat dilakukan dengan mudah.
8.Segmentasi digunakan untuk mengizinkan program dan data
dapat dipecahkan jadi ruang alamat mandiri dan juga untuk
mendukung sharing dan proteksi sedangkan paging digunakan
untuk mendapatkan ruang alamat linier yang besar tanpa perlu
membeli memori fisik lebih.
Kombinasi Sistem Paging dan Segmentasi
A.Pada kombinasi paging dan segmentasi, ruang alamat
pemakai dibagi menjadi sejumlah segmen sesuai kehendak
pemrogram.
B.Tiap segmen dibagi menjadi sejumlah page berukuran tetap,
berukuran sama dengan page frame memori utama.
C.Jika segmen kurang dari ukuran page, segmen hanya
memerlukan satu page.
1.Memori Maya dengan Segmentasi Murni
Perangkat keras memberikan pengacuan memori suatu
segmen tertentu. Pilihan segmen dapat dibuat dengan
sembarang kombinasi berikut :
a.Instruksi
b.Target dari suatu alamat (program atau data)
c.Status saat itu (proses, sistem, interupsi)
> Alamat maya adalah offset di segmen.
>Tiap proses mempunyai tabel segmen.
>Ketika proses running, alamat awal tabel dimuatkan
ke register dasar.
>Nomor segmen digunakan untuk mencari deskriptor segmen
di tabel segmen yang menyediakan alamat fisik awal
dari segmen, panjang, dan bit-bit proteksinya.
>Alamat fisik dihutung dengan menambahkan alamat dasar
segmen ke alamat maya.
>Contoh sistem : Intel 80386
2.One Level Paging
>Nomor page maya digunakan sebagai indeks ke tabel page
yang biasanya berlokasi di memori utama.
>Isian tabel page berisi nomor page fisik dan bit-bit proteksi.
>Offset pada page fisik sama dengan offset pada page maya.
>Register panjang (Length register) digunakan untuk
menetapkan akhir tabel page untuk menghindari ruang yang
akan disiakan untuk isian-isian tak berguna.
>Contoh Sistem : DEC PDP-11, DEC VAX, Data General
Eclipse, Motorola MC86030.
3.Two Level Paging
>Indeks 1 ditambahkan ke alamat root atau dasar tabel
segmen untuk memperoleh alamat isian tabel segmen
(Segment Tabel Entry-STE)
>STE dibaca dari memori dan alamat dasarnya ditambah
indeks 2 untuk memperoleh alamat isian tabel page
(Page Tabel Entry).
>PTE dibaca dari memori untuk memperoleh nomor
page fisik. Nomor page fisik ini ditambah offset di alamat
maya untuk memperoleh alamat fisik akhir.
>Contoh Sistem : DEC VAX, IBM S/370, Data General
Eclipse 32 bit, Motorola MC68030, Intel 80386.
4.Three Level Paging
>Translasi nomor page maya ke nomor page fisik
memerlukan tiga tahap.
>Tiap fields indeks ditambahkan alamat dasar tabel
yang berkorespondensi untuk menemukan isian tabel berikutnya.
>Isian tabel menyediakan bit-bit proteksi dan alamat dasar
tabel berikutnya.
> Contoh Sistem : SUN SPARC
5.Four Level Paging
>Translasi nomor page maya ke nomor page fisik
memerlukan empat tahap.
>Tiap fields indeks ditambahkan alamat dasar tabel yang
berkorespondensi untuk menemukan isian tabel berikutnya.
>Isian tabel menyediakan bit-bit proteksi dan alamat dasar
tabel berikutnya.
>Contoh Sistem : Motorola MC68030.
Sumber: Diolah dari berbagai sumber
>>>>>TERIMAKASIH<<<<<
KEAMANAN KOMPUTER (M13)
KEAMANAN DATABASE
Penyerangan Database
–Informasi sensitif yang tersimpan di dalam database
dapat terbuka (disclosed) bagi orang orang yang tidak
diizinkan (unauthorized).
–Informasi sensitif yang tersimpan di dalam database
dapat inaccessible bagi orang-orang yang diizinkan.
Bagaimana cara menjaga keamanan database?
1.Penentuan perangkat lunak Data Base Server yang handal.
2.Pemberian otoritas kepada user mana saja yang berhak
mengakses, serta memanipulasi data yang ada.
Penyalahgunaan Database
1.Tidak Disengaja, jenisnya:
–Kerusakan selama proses transaksi
–Anomali yang disebabkan oleh akses database yang
konkuren.
–Anomali yang disebabkan oleh pendistribusian data
pada beberapa komputer.
–Logika error yang mengancam kemampuan transaksi
untuk mempertahankan konsistensi database.
2.Disengaja, jenisnya:
–Pengambilan data/ pembacaan data oleh pihak yang
tidak berwenang.
–Pengubahan data oleh pihak yang tidak berwenang
–Penghapusan data oleh pihak yang tidak berwenang
Tingkatan Pada Keamanan Database
1.Fisikal-lokasi
lokasi dimana terdapat sistem komputer haruslah aman
secara fisik terhadap serangan perusak.
2.Manusia-wewenang pemakai harus dilakukan dengan berhati
hati untuk mengurangi kemungkinan adanya manipulasi
oleh pemakai yang berwenang.
3.Sistem Operasi-Kelemahan pada SO ini memungkinkan
pengaksesan data. oleh pihak tak berwenang, karena
hampir seluruh jaringan sistem database. menggunakan
akses jarak jauh.
4.Sistem Database-Pengaturan hak pemakai yang baik.
Keamanan Data
•Otorisasi
–Pemberian Wewenang atau hak istimewa (priviledge)
untuk mengakses sistem atau obyek database.
–Kendali otorisasi(=kontrol akses) dapat dibangun pada
perangkat lunak dengan 2 fungsi:
–Mengendalikan sistem atau obyek yang dapat diakses
–Mengendalikan bagaimana pengguna menggunakannya
–Sistem administrasi yang bertanggungjawab untuk
memberikan hak akses dengan membuat account pengguna.
•Tabel View
–Merupakan metode pembatasan bagi pengguna untuk
mendapatkan model database yang sesuai dengan kebutuhan
perorangan. Metode ini dapat menyembunyikan data yang
tidak digunakan atau tidak perlu dilihat oleh pengguna.
–Contoh pada Database relasional, untuk pengamanan
dilakukan beberapa level :
•Relasi-pengguna diperbolehkan atau tidak diperbolehkan
mengakses langsung suatu relasi
•View-pengguna diperbolehkan atau tidak diperbolehkan
mengakses data yang terapat pada view.
•Read Authorization-pengguna diperbolehkan membaca data,
tetapi tidak dapat memodifikasi.
•Insert Authorization-pengguna diperbolehkan menambah
data baru, tetapi tidak dapat memodifikasi data yang sudah ada.
•Update Authorization-pengguna diperbolehkan memodifikasi data,
tetapi tidak dapat menghapus data.
•Delete Authorization-pengguna diperbolehkan menghapus data
–Untuk Modifikasi data terdapat otorisasi tambahan:
•Index Authorization-pengguna diperbolehkan membuat dan
menghapus index data.
•Resource Authorization-pengguna diperbolehkan membuat
relasi-relasi baru.
•Alteration Authorization-pengguna diperbolehkan menambah/
menghapus atribut suatu relasi.
•Drop Authorization-pengguna diperbolehkan menghapus
relasi yang sudah ada.
Keamanan Data
•Backup data dan Recovery
–Backup: proses secara periodik untuk membuat duplikat
dari database dan melakukan logging file (atau program)
kemudian penyimpanan eksternal.
–Recovery :merupakan upaya untuk mengembalikan basis
data kekeadaaan yang dianggap benar setelah terjadinya
suatu kegagalan.
Teknik Pemulihan
1.Defered update/ perubahan yang ditunda: perubahan
pada DB tidak akan berlangsung sampai transaksi ada
pada poin disetujui (COMMIT). Jika terjadi kegagalan maka
tidak akan terjadi perubahan, tetapi diperlukan operasi redo
untuk mencegah akibat dari kegagalan tersebut.
2.Immediate Upadte/ perubahan langsung: perubahan
pada DB akan segera tanpa harus menunggu sebuah
transaksi tersebut disetujui. Jika terjadi kegagalan diperlukan
operasi UNDO untuk melihat apakah ada transaksi yang
telah disetujui sebelum terjadi kegagalan.
3.Shadow Paging : menggunakan page bayangan dimana
pada prosesnya terdiri dari 2 tabel yang sama, yang satu
menjadi tabel transaksi dan yang lain digunakan sebagai
cadangan. Ketika transaksi mulai berlangsung kedua tabel
ini sama dan selama berlangsung tabel transaksi yang
menyimpan semua perubahan ke database, tabel bayangan
akan digunakan jika terjadi kesalahan.
Keuntungannya adalah tidak membutuhkan REDO / UNDO,
kelemahannya membuat terjadinya fragmentasi.
Keamanan Data
•Kesatuan Data dan Enkripsi
–Enkripsi: keamanan data
–Integritas: metode pemeriksaan dan validasi data
(metode integrity constrain), yaitu berisi aturan-aturan
/ batasan-batasan untuk tujuan terlaksananya integritas data.
–Konkuren: mekanisme untuk menjamin bahwa transaksi yang
konkuren pada database multiuser tidak saling menganggu
operasinya masing-masing. Adanya penjadwalan proses yang
akurat(time stamping).
Sumber: Diolah dari berbagai sumber
>>>>>TERIMAKASIH<<<<<
Penyerangan Database
–Informasi sensitif yang tersimpan di dalam database
dapat terbuka (disclosed) bagi orang orang yang tidak
diizinkan (unauthorized).
–Informasi sensitif yang tersimpan di dalam database
dapat inaccessible bagi orang-orang yang diizinkan.
Bagaimana cara menjaga keamanan database?
1.Penentuan perangkat lunak Data Base Server yang handal.
2.Pemberian otoritas kepada user mana saja yang berhak
mengakses, serta memanipulasi data yang ada.
Penyalahgunaan Database
1.Tidak Disengaja, jenisnya:
–Kerusakan selama proses transaksi
–Anomali yang disebabkan oleh akses database yang
konkuren.
–Anomali yang disebabkan oleh pendistribusian data
pada beberapa komputer.
–Logika error yang mengancam kemampuan transaksi
untuk mempertahankan konsistensi database.
2.Disengaja, jenisnya:
–Pengambilan data/ pembacaan data oleh pihak yang
tidak berwenang.
–Pengubahan data oleh pihak yang tidak berwenang
–Penghapusan data oleh pihak yang tidak berwenang
Tingkatan Pada Keamanan Database
1.Fisikal-lokasi
lokasi dimana terdapat sistem komputer haruslah aman
secara fisik terhadap serangan perusak.
2.Manusia-wewenang pemakai harus dilakukan dengan berhati
hati untuk mengurangi kemungkinan adanya manipulasi
oleh pemakai yang berwenang.
3.Sistem Operasi-Kelemahan pada SO ini memungkinkan
pengaksesan data. oleh pihak tak berwenang, karena
hampir seluruh jaringan sistem database. menggunakan
akses jarak jauh.
4.Sistem Database-Pengaturan hak pemakai yang baik.
Keamanan Data
•Otorisasi
–Pemberian Wewenang atau hak istimewa (priviledge)
untuk mengakses sistem atau obyek database.
–Kendali otorisasi(=kontrol akses) dapat dibangun pada
perangkat lunak dengan 2 fungsi:
–Mengendalikan sistem atau obyek yang dapat diakses
–Mengendalikan bagaimana pengguna menggunakannya
–Sistem administrasi yang bertanggungjawab untuk
memberikan hak akses dengan membuat account pengguna.
•Tabel View
–Merupakan metode pembatasan bagi pengguna untuk
mendapatkan model database yang sesuai dengan kebutuhan
perorangan. Metode ini dapat menyembunyikan data yang
tidak digunakan atau tidak perlu dilihat oleh pengguna.
–Contoh pada Database relasional, untuk pengamanan
dilakukan beberapa level :
•Relasi-pengguna diperbolehkan atau tidak diperbolehkan
mengakses langsung suatu relasi
•View-pengguna diperbolehkan atau tidak diperbolehkan
mengakses data yang terapat pada view.
•Read Authorization-pengguna diperbolehkan membaca data,
tetapi tidak dapat memodifikasi.
•Insert Authorization-pengguna diperbolehkan menambah
data baru, tetapi tidak dapat memodifikasi data yang sudah ada.
•Update Authorization-pengguna diperbolehkan memodifikasi data,
tetapi tidak dapat menghapus data.
•Delete Authorization-pengguna diperbolehkan menghapus data
–Untuk Modifikasi data terdapat otorisasi tambahan:
•Index Authorization-pengguna diperbolehkan membuat dan
menghapus index data.
•Resource Authorization-pengguna diperbolehkan membuat
relasi-relasi baru.
•Alteration Authorization-pengguna diperbolehkan menambah/
menghapus atribut suatu relasi.
•Drop Authorization-pengguna diperbolehkan menghapus
relasi yang sudah ada.
Keamanan Data
•Backup data dan Recovery
–Backup: proses secara periodik untuk membuat duplikat
dari database dan melakukan logging file (atau program)
kemudian penyimpanan eksternal.
–Recovery :merupakan upaya untuk mengembalikan basis
data kekeadaaan yang dianggap benar setelah terjadinya
suatu kegagalan.
Teknik Pemulihan
1.Defered update/ perubahan yang ditunda: perubahan
pada DB tidak akan berlangsung sampai transaksi ada
pada poin disetujui (COMMIT). Jika terjadi kegagalan maka
tidak akan terjadi perubahan, tetapi diperlukan operasi redo
untuk mencegah akibat dari kegagalan tersebut.
2.Immediate Upadte/ perubahan langsung: perubahan
pada DB akan segera tanpa harus menunggu sebuah
transaksi tersebut disetujui. Jika terjadi kegagalan diperlukan
operasi UNDO untuk melihat apakah ada transaksi yang
telah disetujui sebelum terjadi kegagalan.
3.Shadow Paging : menggunakan page bayangan dimana
pada prosesnya terdiri dari 2 tabel yang sama, yang satu
menjadi tabel transaksi dan yang lain digunakan sebagai
cadangan. Ketika transaksi mulai berlangsung kedua tabel
ini sama dan selama berlangsung tabel transaksi yang
menyimpan semua perubahan ke database, tabel bayangan
akan digunakan jika terjadi kesalahan.
Keuntungannya adalah tidak membutuhkan REDO / UNDO,
kelemahannya membuat terjadinya fragmentasi.
Keamanan Data
•Kesatuan Data dan Enkripsi
–Enkripsi: keamanan data
–Integritas: metode pemeriksaan dan validasi data
(metode integrity constrain), yaitu berisi aturan-aturan
/ batasan-batasan untuk tujuan terlaksananya integritas data.
–Konkuren: mekanisme untuk menjamin bahwa transaksi yang
konkuren pada database multiuser tidak saling menganggu
operasinya masing-masing. Adanya penjadwalan proses yang
akurat(time stamping).
Sumber: Diolah dari berbagai sumber
>>>>>TERIMAKASIH<<<<<
Saturday, November 30, 2019
MANAJEMEN MEMORI DENGAN PAGING (SISTEM OPERASI)
SISTEM PAGING
B.Sistem Paging
Sistem paging mengimplementasikan ruang alamat besar pada
memori kecil menggunakan index register, base register,
dan segment register.
Gambar. Penerjemah Page
Page 0 dan 3 merupakan instruksi sebelumnya
Page O dan 4 merupakan instruksi sebelumnya
B.Sistem Paging
Sistem paging mengimplementasikan ruang alamat besar pada
memori kecil menggunakan index register, base register,
dan segment register.
Gambar. Penerjemah Page
Alamat Maya
Alamat
yang dihasilkan perhitungan menggunakan index
register, base register, dan
segment register.
Alamat Nyata
Alamat
di memori fisik.
Page
Unit
terkecil pada ruang alamat maya (virtual
address space).
Page Frame
Unit
terkecil pada ruang alamat fisik (real
address space).
Page Fault
Exception untuk permintaan alokasi
“page” ke memori.
Memory Management Unit (MMU)
Kumpulan
chip yang memetakan alamat maya ke alamat fisik.
Rutinitas
yang dilakukan dalam pemindahan halaman antara lain:
1.Mencari lokasi dari
halaman yang diinginkan pada disk.
2.Mencari frame yang
kosong:
a.Jika ada, maka gunakan frame tersebut.
b.Jika tidak ada, maka tentukan frame yang
tidak sedang
dipakai atau yang tidak akandigunakan dalam jangka waktu lama,
lalu kosongkan frame tersebut. Gunakan algoritma
pemindahan halaman
untuk menentukan frame yang akan
dikosongkan. Usahakan agar tidak
menggunakan frame yang
akan digunakan dalam waktu dekat. Jika terpaksa, maka
sebaiknya segera masukkan kembali frame tersebut agar
tidak terjadi overhead.
c.Tulis
halaman yang dipilih ke disk, ubah tabel halaman dan
tabel frame.
3.Membaca halaman yg diinginkan ke dalam frame
kosong yg baru.
4.Mengulangi proses pengguna dari awal.
1.Memory Management Unit
(MMU)
Berfungsi Pemetaan memori maya ke
memori fisik dan
menerbitkan exception adanya
page fault yang melewatkan
ke sisitem
operasi yang menanganinya. Pada dasarnya MMU
terdiri dari tabel halaman
yang merupakan sebuah rangkaian
array dari masukan-masukan (entries)
yang mempunyai indeks
berupa nomor halaman (p). Setiap masukan terdiri
dari flags
(contohnya bit sahih dan nomor frame). Alamat fisik
dibentuk
dengan menggabungkan nomor frame dengan ofset,
yaitu bit paling rendah dari alamat logis.
Pemetaan :
a.Nomor page maya
digunakan sebagai indeks ke
tabel page untuk menemukan isian page maya.
b.Dari isian tabel page
dapat diketahui, apakah
page dipetakan ke memori fisik (dengan memeriksa
presen/absent bit).
c.Apabila alamat terdapat
di memori fisik maka isian
tabel page memuat nomor page frame. Nomor page
frame
di tabel page dikopi sebagai bit-bit berorder tinggi
di register alamat fisik
dan ditambah offset di alamat maya.
d.Bila alamat tidak ada di
memori fisik maka MMU
menerbitkan page fault.
Skema Pemetaan
Misalkan:Ruang alamat maya adalah V = {0,1, … ,
v-1}
Ruang alamat fisik adalah M = {0,1, …, m-1}
Umumnya:ruang alamat maya > ruang alamat fisik (v > m)
MMU
melakukan mekanisme translasi alamat
mengasosiasikan alamat maya ke
alamat
fisik. MMU merealisasikan fungsi f : V -> M, yaitu :
f
(x) = {r, jika item x terdapat di memori fisik dengan lokasi d r}
{page fault jika item x tidak terdapat pada memori fisik}.
Skenario Pemetaan:
Contoh
instruksi : MOV REG, 0x08
1.Alamat maya 8 dikirim ke
MMU
2.MMU mengetahui alamat 8
di page 0 (page 0
memuat alamat maya 0-4095)
3.Dari tabel, page 0
dipetakan ke frame 7
(page 7 adalah alamat fisik 28672 32768)
4.MMU mentransformasikan
alamat 8 sebagai
(28672+8=28680)
5.MMU mengeluarkan alamat
28680 ke bus.
Implementasi Pemetaan:
Komponen
MMU, yaitu :
a.Register Alamat Maya
-Menyimpan
alamat maya yang diacu
-Nilai
di register alamat maya dibagi dua :
1.Bit
berorder tinggi menyatakan nomor page maya
2.Bit-bit
sisa adalah offset alamat maya
b.Tabel Page
Tiap
elemen tabel berisi informasi :
1.Present/absent
bit
(bernilai
1 jika page di memori fisik, bernilai
0 jika tidak).
2.Nomor
page frame
Berisi
nomor page frame dimana page berada
c.Register Alamat Fisik
Menyimpan
alamat fisik yang disinyalkan ke bus.
Nilai
di register alamat fisik dibagi menjadi :
1.Bit
berorder tinggi menyatakan nomor page frame
2.Bit-bit
sisa adalah offset alamat frame.
PENGGANTIAN PAGE
a.Algoritma penggantian
page acak (Random)
1.Setiap terjadi page
fault, penggantian page dipilih
secara acak.
2.Tidak memakai informasi
apapun untuk menentukan
page yang akan diganti.
3.Semua page di memori
utama dianggap memiliki
bobot yang sama.
4.Dapat memilih sembarang
page termasuk page yang
sedang diacu.
b.Algoritma penggantian
page optimal
1.Memilih page yang
berpeluang dipakai kembali
di masa datang yang paling kecil. (Memprediksi/melihat
page berikutnya yang tidak dipakai)
2.Strategi ini
menghasilkan jumlah page fault sedikit
tapi tidak mungkin diterapkan.
Penjelasan :
a.Algoritma dengan 7 page
sebagai string pengacuan
(page 5 dan 6 dinyatakan invalid / memiliki
present/absent bit 0).
b.Memiliki 3 page frame
dan page fault.
c.Page 7 diacu/ditempatkan
di frame : Fault (F)
d.Page 0 diacu/ditempatkan
di frame : Fault (F)
e.Page 1 diacu/ditempatkan
di frame : Fault (F)
f.Page 2 diacu/ditempatkan
di frame dgn mengganti page 7:(F)
Page 7 diganti karena page berikutnya adalah
page 0 dan
page 3, dan page 7 hanya sedikit (1x) pada antrian page
berikutnya
berikutnya.
g.Page 0 diacu/ditempatkan
di frame tanpa mengganti page.
h.Page 3 diacu/ditempatkan
di frame dgn mengganti page 1:(F)
i.Page 0 diacu/ditempatkan
di frame tanpa mengganti page.
j.Page 4 diacu/ditempatkan
di frame dgn mengganti page 0:(F)
Page 0 diganti karena page berikutnya adalah
page 2 dan page 3.
k.Page 2 diacu/ditempatkan
di frame tanpa mengganti page.
l.Page 3 diacu/ditempatkan
di frame tanpa mengganti page.
m.Page 0 diacu/ditempatkan
di frame dgn mengganti page 4:(F)
n.Page 4 diganti karena page berikutnya adalah page
3 dan page 2,
bahkan page 4 sudah tidak dipakai kembali.
o.Page 3 dan page 2 diacu/ditempatkan di frame tanpa
mengganti page.
p.Page 1 diacu/ditempatkan
di frame dgn mengganti page 3:(F)
dan
seterusnya…hingga urutan page selesai.
c.Algoritma penggantian page
NRU
Page
diberi dua bit mencatat status page :
- Bit
R (referenced) menyatakan page sedang diacu
Bit
R = 0 , page sedang diacu
Bit
R = 1, page tidak sedang diacu
- Bit
M (Modified) menyatakan page telah dimodifikasi
Bit
M = 0 , page belum dimodifikasi
Bit
M = 1, page telah dimodifikasi
d.Algoritma penggantian
page FIFO
Bila
terjadi page fault, page elemen terdepan diganti dan
page baru ditambahkan di
bagian belakang senarai.
Penjelasan
:
Ø Page 7 diacu/ditempatkan
di frame : Fault (F)
Ø Page 0 diacu/ditempatkan
di frame : Fault (F)
Ø Page 1 diacu/ditempatkan
di frame : Fault (F)
Ø Page 2 diacu/ditempatkan
di frame dengan mengganti
page terdepan dalam senarai yaitu page 7 : Fault (F)
Ø Page 0 diacu/ditempatkan
di frame tanpa mengganti
page.
Ø Page 3 diacu/ditempatkan
di frame dengan mengganti
page terdepan setelah page 7 dalam senarai yaitu
page
0 : Fault (F)
Ø Page 0 diacu/ditempatkan
di frame dengan mengganti
page terdepan setelah page 0 dalam senarai yaitu
page
1 : Fault (F)
Ø Page 4 diacu/ditempatkan
di frame dengan mengganti
page terdepan setelah page 1 dalam senarai yaitu
page
2 : Fault (F)
Ø Page 2 diacu/ditempatkan
di frame dengan mengganti
page terdepan setelah page 2 dalam senarai yaitu
page
3 : Fault (F) Page O setelah page 2 tidak
diperiksa karena
tidak fault
Ø Page 3 diacu/ditempatkan
di frame dengan
mengganti page terdepan setelah page 3 dalam
senarai yaitu page
0 : Fault (F)
Ø Page 0 diacu/ditempatkan
di frame dengan
mengganti page terdepan setelah page 0 dalam
senarai yaitu page
4 : Fault (F)
Ø Page 3 dan page 2
diacu/ditempatkan di frame
tanpa mengganti page.
Ø Page 1 diacu/ditempatkan
di frame dengan
mengganti page terdepan setelah page 4 dalam
senarai yaitu page
2 : Fault (F).
Ø Page 2 diacu/ditempatkan
di frame dengan
mengganti page terdepan setelah page 2 dalam
senarai yaitu page
3 : Fault (F).
Ø dan seterusnya… hingga
senarai selesai.
e.Algoritma penggantian
page modifikasi FIFO
1)Algoritma penggantian
page kesempatan kedua
2)Algoritma penggantian
clock page
f.Algoritma penggantian
page LRU
Beberapa
instruksi terakhir dari page, kemungkinan masih dipakai. Jika terjadi page
fault, maka algoritma mengganti page yang paling lama tidak digunakan.
Penjelasan
:
Ø Page 7 diacu/ditempatkan
di frame : Fault (F)
Ø Page 0 diacu/ditempatkan
di frame : Fault (F)
Ø Page 1 diacu/ditempatkan
di frame : Fault (F)
Ø Page 2 diacu/ditempatkan
di frame dengan
mengganti page terdepan dalam senarai yaitu
page 7 : Fault (F).
Ø Page 0 diacu/ditempatkan
di frame tanpa
mengganti page.
Ø Page 3 diacu/ditempatkan
di frame dengan
mengganti page yang tidak digunakan pada
instruksi sebelumnya
yaitu page 1 : Fault (F).
Page 0 dan 2 merupakan instruksi sebelumnya
yang
masih dipakai.
Ø Page 0 diacu/ditempatkan
di frame tanpa
mengganti page.
Ø Page 4 diacu/ditempatkan
di frame dengan
mengganti page yang tidak digunakan pada
instruksi sebelumnya
yaitu page 2 : Fault (F)
yang
masih dipakai.
Ø Page 2 diacu/ditempatkan
di frame dengan
mengganti page yang tidak digunakan pada
instruksi sebelumnya
yaitu page 3 : Fault (F).
yang
masih dipakai.
Ø Page 3 diacu/ditempatkan
di frame dengan
mengganti page 0: Fault (F) Page 2 dan 4
merupakan instruksi sebelumnya yg
masih dipakai.


Ø Page 0 diacu/ditempatkan
di frame dengan
mengganti page 4: Fault (F)
Page
2 dan 3 merupakan instruksi sebelumnya
yang masih dipakai
Ø Page 3 dan page 2
diacu/ditempatkan di frame
tanpa mengganti page.
Ø Page 1 diacu/ditempatkan
di frame dengan
mengganti page 0: Fault (F)
Page
2 dan 3 merupakan instruksi sebelumnya
yang masih dipakai
Ø dan seterusnya… hingga
senarai selesai.
3. Masalah Utama Sistem
Paging
1.Working set model
Prinsip Lokalitas
Proses-proses
cenderung mengacu penyimpanan
secara tak seragam, mempunyai pola-pola sangat
setempat.
a)Lokalitas berdasarkan
waktu
Proses
cenderung terkonsentrasi acuannya ke satu
interval waktu eksekusi yang dekat.
b)Lokalitas berdasarkan
ruang
Proses
cenderung terkonsentrasi acuannya ke satu
kelompok data yang berdekatan.
2.Working Set of Program
Behavior
Kumpulan
page proses yang secara aktif diacu yang
terlokalisasi pada waktu itu dan harus
dijaga berada
di memori utama. Perpindahan program dari satu
lokalitas ke lokalitas lain saat dieksekusi.
3.Pre paging
Teknik
memuatkan page-page lebih dulu
sebelum proses berjalan.
4.Demand Paging
Teknik
yang segera memuatkan page-page
begitu page dibutuhkan.
a.Kebijaksanaan
penggantian lokal vs global
1)Penggantian lokal yaitu
page yang dipilah untuk
diganti hanya pada partisi dimana proses diletakkan.
2)Penggantian global yaitu
page yang dipilah untuk
diganti adalah tempat kosong dengan tidak
mempedulikan
partisi proses.
b.Frekuensi page fault
>Sistem operasi
mendefinisikan frekuensi page fault
kritis sistem (atau per proses)
>Sistem operasi mengukur
waktu proses maya dan
menyimpan waktu page fault mutakhir di PCB proses
>Ketika page fault
terjadi, sistem operasi bertindak :
-Jika
page fault terakhir terjadi kurang dari
T=1/P ms detik yang lalu, proses beroperasi di atas
ambang maka page frame baru ditambahkan.
-Selain
itu, berarti proses beroperasi di bawah ambang
PFF, maka page frame page bit
R=0 dan W=0
dibebaskan untuk alokasi wage baru proses lain.
c.Ukuran page
v Ukuran page ditentukan
perancang sistem operasi.
v Ukuran page harus
ditentukan agar sistem
berperilaku optimal.
v Penentuan ukuran page
memerlukan penilaian
dan pemahaman mendalam tentang perangakat keras,
perangkat
lunak, dan aplikasi sistem.
v Ukuran page lebih kecil
berarti jumlah page dan
page frame lebih banyak sehingga memerlukan
tabel page
lebih besar.
v Ukuran page besar
berarti sejumlah informasi yang
tidak diacu juga dimasukkan ke memori utama
sehingga terjadi fragmentasi internal yang tinggi.
v Transfer
masukan/keluaran relatif sangat mengkonsumsi
waktu sehingga perlu meminimumkan
jumlah transfer
masukan/keluaran saat program berjalan.
v Program cenderung
mengikuti prinsip lokalitas
yang cenderung berukuran kecil.
4.Masalah Implementasi
Sistem Paging
a.Back up instruksi yang
terakhir dijalankan sebelum
terjadi page fault.
b.Buffer perangkat
masukan/keluaran
(penguncian page di memory).
c.Page yang dipakai
bersama.
d.Backing store.
e.Paging daemon.
f.Pananganan
page fault.
Sumber: Diolah dari berbagai sumber
>>>>>TERIMAKASIH<<<<<<
Subscribe to:
Posts (Atom)
ARSITEKTUR & ORGANISASI KOMPUTER (UNIT MASUKAN & KELUARAN)
UNIT MASUKAN DAN KELUARAN Definisi dan Fungsi: Unit masukan dan keluaran merupakan bagian komponen utama dari sistem komputer ...
-
METODE PENANGANAN DEADLOCK Algoritma OSTRICH Algoritma Ostrich sama juga dengan algoritma banker dan algoritma safety hanya algoritma ...
-
SISTEM PAGING B. Sistem Paging Sistem paging mengimplementasikan ruang alamat besar pada memori kecil menggunakan index register, bas...


















